Menelusuri Hutan Mangrove di Waktu Malam 2

Akhirnya Kulihat Kunang-Kunang Kembali

Chitchat.my.id- Aloha, apa kabar semua. Selamat datang kembali di jam tayangan ngerumpi nyeleneh di blog ChitChat, Ngerumpi yuk! Sudah tidak sabar lagi ya ingin mendengar eh membaca kisah lanjutan pengalaman si biang rumpi ketika sedang menelusuri hutan mangrove di waktu malam? Nah, tanpa basa-basi lagi, selamat menikmati sensasi eh pengalaman si biang rumpi ketika berada dalam kegelapan malam di hutan mangrove.

Ketika salah seorang menciprati air di antara pepohonan mangrove dimana para kunang-kunang sedang asyik berpesta dan bergosip ria. Mereka berhamburan kesana kemari sungguh pemandangan yang membuat mata si biang rumpi terpana dan berbinar kagum. Maklum, si biang rumpi terakhir melihat kunang-kunang ketika usia si biang rumpi masih 10 tahun. Kala itu, di Balikpapan sedang mati lampu dan tiba-tiba ada dua binatang yang bercahaya masuk ke dalam rumah dan si biang rumpi berhasil menangkapnya dan memasukannya ke dalam jar. Setelah puas, baru si biang rumpi lepaskan. Saat ini, kembali lagi ke pengalaman berada di hutan mangrove. Kapal yang berhenti diantara pepohonan mangrove yang gelap gulita membuat cahaya kunang-kunang terlihat indah.



Benar-benar seperti sedang melihat pohon natal, tetapi ini cahaya asli yang dihasilkan tubuh kunang-kunang. Bukan pakai daya listrik apalagi baterai. Sungguh ajaib dan indahnya, biang rumpi seperti berada dalam dunia dongeng. Dimana para si kunang-kunang itu bagaikan peri yang sedang mengucapkan mantra ajaibnya. Nah, kembali ke realita, beberapa kunang-kunang menghampiri kapal tempat kami berhenti.

Dengan sigap, si biang rumpi mencoba menangkap. Beberapa kali si biang rumpi hanya menangkap angin. Terus, si biang rumpi berhasil menangkap si kunang-kunang. Wah, so excited dan bahagia banget rasanya. Seekor kunang-kunang kerlap-kerlip di dalam genggaman si biang rumpi. Beberapa teman bertanya, berhasilkah menangkap. Dengan senyum penuh kemenengan karena berhasil menangkap si kunang-kunang. Ingin sekali, si biang rumpi bisikan kata sebagai make a wish dalam genggaman si biang rumpi. Sebelum si biang rumpi ini melepaskannya bebas untuk bersanda gurau dengan kawanananya. Sebab, si biang rumpi mempercayai adanya keajaiban.

 

Tetapi, karena berada disekeliling teman yang bukan teman bergosip. Akhirnya si biang rumpi melepaskannya tanpa mengucapkan satu kata pun dalam genggaman tetapi dalam hati saja. Semoga make a wishnya tersampaikan pada ribuan bintang yang sedang memandang kami dari atas langit yang gelap. Perjalanan pun kembali dilanjutkan, lekuk hutan mangrove ini tidak luas dan pengemudi kapal harus jeli dan teliti. Beberapa kali, kapal harus berhenti dan jalan perlahan ketika sampan nelayan melewati kami. Mereka hendak menangkap ikan, kerang, udang. No worry, mereka menggunakan jala dan aman bagi habitat para binatang di hutan mangrove tersebut.

Tidak lama kemudian, kapal kembali menepi ke salah satu sisi sungai mangrove dan benar sekali. Kali ini banyak sekali kunang-kunang yang sedang berpesta pora menyambut gelapnya malam. Dan anehnya, semakin kedalam semakin banyak kunang-kunang yang bisa disaksikan. Nah, kali ini tidak hanya guide saja yang asyik menggoda para kunang-kunang yang berkumpul. Salah seorang teman si biang rumpi ikutan menciprati pohon mangrove dari air sungai yang di samping kapal. Karena semangatnya menciprati pohon tempat dimana keberadaan kunang-kunang berada. Salah seorang teman si biang rumpi ini antusias dan berteriak dengan penuh semangat yang menggelora, “Ayo pak A... cepat ditangkap. Ayo... cepat!” serunya semangat. Tiba-tiba, dia berteriak dan berhenti menciprati pepohonan mangrove.

 

“Aahh terpegang ular,” pekiknya. Langsung deh, beberapa teman dalam kapal takut. Tidak lama cahaya senter yang dipegang kemudi kapal dihidupkannya ternyata hanyalah batang eh akar pohon mangrove yang tersentuhnya. Tidak heran, jika tangan teman si biang rumpi ini merasakan sebagai ular.. karena lembab dan licin, sebab akar maupun batang pohon mangrove ini berada di dalam air. Karena usaha dan semangatnya itu, salah satu kunang-kunang terbang ke arah kami. Pasti, teman ngerumpi bertanya-tanya ya. Kenapa dari tadi koq cuma satu saja yang terbang ke arah kami. Hal itu dikarenakan kami lupa, sebelum masuk ke dalam hutan mangrove, ketika berada di dalam mobil, kami menggunakan lotion anti serangga. Nah, karena bau itulah tidak banyak kunang-kunang terbang ke arah kami. Kembali lagi, si biang rumpi mencoba menangkap kunang-kunang. Berhasilkah?

Terjadi Pembunuhan
Ketika si biang rumpi sedang berusaha dan beberapa teman juga ikutan menangkap si kunang-kunang. Hampir saja si kunang-kunang itu terlepas. Eh, tiba-tiba si kunang-kunang tepar ketika lewat di dekat si biang rumpi. Spontan teman si biang kerok yang berada di belakang berteriak pembunuhan. Speechless tau, melihat kunang-kunang tergeletak di tangan si biang rumpi. Padahal, si biang rumpi tidak menepuknya seperti nyamuk. Untunglah tidak terjadi pembunuhan di hutan mangrove.

 

Si kunang-kunang ini kembali bernafas dan cahaya yang diperkirakan redup selamanya mulai memancarkan cahaya walaupun perlahan. Tidak lama kemudian si kunang-kunang terbang kembali. Bye bye kunang-kunang, maaf jika kamu pingsan karena bau wangi dari lotion pengusir nyamuk ya... semakin malam, pemandangan hutan semakin gelap. Akhirnya, tiba juga akhir dari perjalanan mengejar kunang-kunang. Kapal perlahan menikung eh melakukan aksi belok dengan perlahan. Si kemudi kapal mengatakan kalau siang hari banyak yang bisa dilihat, sedangkan di malam hari hanya bisa melihat sekumpulan kunang-kunang yang demen bergosip di antara batang pohon mangrove.

 

Ketika kapal kembali melewati jalur dimana kami menelusuri tiap lekukan sungai hutan mangrove. Kembali lagi, si biang rumpi melihat ke belakang so scary dan gelap sekali. Padahal ini hutan lho, kalau di siang hari ada yang bisa melihat ular, monyet dan banyak binatang liar lainnya. Waduh, serem juga ya. Tetapi begitu memandang ke langit, bulan sabit dan juga ribuan bintang menghiasi langit sangat kontras dengan pemandangan malam yang mendebarkan dan menyenangkan.

Rombongan kami sunyi, hanya terdengar suara mesin kapal yang berderu yang membawa kami kembali ke tempat dimana kami bermula menaiki kapal tersebut. Tidak heran, jika ini menjadi pengalaman yang menawan hati si biang rumpi. Nah, cukup sekian kisah perjalanan mengejar kunang-kunang di waktu malam di hutan mangrove. Begitu kisah perjalanan selesai, beberapa teman baru sadar bawasanya mereka berani sekali menelusuri hutan mangrove yang gelap dan liar hihihi tetapi mengasyikan bukan?


KESIMPULAN
Nikmati pertualangan yang menakjubkan dengan alam. Dimana ada sedikit keajaiban yang membuat hati terasa damai dan dekat dengan sang pencipta. Rasakan kebahagiaan bersama ketika menelusuri sungai mangrove yang ada di pulau Bintan. Menikmati kerlap-kerlip cahaya dari si kunang-kunang sungguh seperti berada di negeri dongeng dengan ribuan imajinasi berkelebat dalam benak kita.



 Salam Biang Rumpi



Jangan lupa berkunjung juga ke  kitabahagia , kotacinta dan Story citra temukan artikel menarik lainnya


CONVERSATION

2 comments:

  1. Di hutan mangrove gini banyak ular nggak ya Mbak?

    ReplyDelete
  2. masih ada ya tempat kunang kunang muncul ya mbak?
    cantik kalau malam malam ngelihatnya

    ReplyDelete

Hi Teman Rumpi, terima kasih sudah main ke blog chitchat, ada baiknya berbagi pendapat tanpa meninggalkan spam ya. Kita sama-sama saling menghargai rumah maya kita. Salam, thanks telah meninggalkan biang rumpi manis di sini. cheers @citrapandiangan