Cara Mengajar Anak untuk Jujur

Pentingkah Arti Sebuah Kejujuran Zaman Now



Chitchat.my.id- Aloha, how are you? I hope you are fine. Selamat datang di jam tayangan ngerumpi nyeleneh di blog ChitChat, Ngerumpi yuk! Nah, pembahasan kali ini mengenai “pentingkah arti sebuah kejujuran di zaman now?” Ayo jujur, biang rumpi penasaran dengan jawaban teman ngerumpi lho! Sejujur-jujurnya manusia, pasti pernah bohong; tetapi baik tidak tanpa sengaja kita berbohong atau mengajarkan anak kita berbohong! Eh, jangan marah dulu dong teman ngerumpi! Santai aja dulu, yuk minum kopi haha.

Sebenarnya, tanpa disadari teman ngerumpi bilang begini pada si anak, ketika anak datang dan bilang bunda dicari tante A. “Nak, bilang, Bunda nggak di rumah ya,” bisik Bunda. Nah, adegan seperti ini secara tidak langsung mengajarkan anak untuk tidak bersikap jujur. Ntar, yang rugi siapa ayo! Sebab, sudah terbiasa untuk berbohong. Apalagi anak-anak, paling mudah menyerap sisi negatif dibanding positif.

Praktik dalam Mendidik Anak
 
Teman ngerumpi anak-anak itu terhubung secara tidak langsung dengan kebiasaan di rumah. Jadi, kalau di rumah kebiasaan bohong, maka anak akan terbiasa dengan berbohong. Sistem mengasuh anak ini bakalan melekat pada diri anak. Cara mudah dalam mendidik anak untuk jujur, dengan belajar jujur pada anak-anak.


Ciptakan nuansa rumah selalu jujur. Maka, anak pun akan merasakan jujur. Itu harus dimulai dari diri sendiri, jadi jangan ada drama bilang Bunda tidak ada di rumah, padahal Bunda lagi di rumah. Meskipun berat menjumpai tamu yang tidak di undang. Namun, semua itu baik agar anak tidak meniru kebohongan teman ngerumpi. Memang berat, apalagi kita secara tidak sengaja suka berbohong; padahal maksudnya tidak demikian. Apabila, teman ngerumpi sudah terlanjur menjadi bagian dari adegan tersebut.

Ada baiknya mulai mengambil sikap dan memperbaiki diri. Jangan sampai kebiasaan bohong kecil ini menjadi kebiasaan anak-anak kita untuk tidak jujur. Terus bagaimana menyingkapi anak yang ketahuan berbohong? Ada banyak cara, ajarkan anak untuk mengatakan kebenaran walaupun sulit dan ada konsekuensi yang harus dia terima. Sebab, dia sudah berbuat SALAH. Disamping itu, beri reward bawasanya dia telah berani jujur. Jangan memberi label pada anak, bawasanya dia tukang bohong ya. Sebab, itu tidak baik bagi perkembangan mental si anak.


Paling penting lagi neh teman ngerumpi, jangan MENGUJI Anak. Maksud biang rumpi di sini, ketika tanpa sengaja anak menumpahkan sesuatu di sofa dan kebetulan teman ngerumpi mengetahuinya. Jangan sampai kejadian itu dijadikan tes atau menguji sang anak. Pasti, teman ngerumpi (sebagian) akan mengatakan seperti ini "Apakah tadi kamu baru saja menumpahkan minuman di sofa?"


Mendengar pertanyaan tersebut, anak akan percaya bawasanya dia bisa mendapatkan jalan keluar dengan berbohong. Ada baiknya, teman ngerumpi tidak mengajukan pertanyaan menguji, ketika melihat hal yang salah. Sikap mendidik yang benar, meminta anak untuk segera membersihkan atau mengelap sofa yang basah tadi. Sehingga, anak tidak perlu mencari alasan dan berujung berbohong. Berat banget ya, mendidik anak! Pasti berat banget, apalagi zaman now. Zaman yang susah membedakan mana yang baik dan benar, jadi jangan sampai generasi muda kita yang berada di garis anak-anak kita menjadi generasi yang mudah sekali berbohong. Sebab, kebohongan kecil akan berlanjut dengan kebohongan besar lainnya. Baik disadari maupun tanpa disadari.



Jadi, masih mau berbohong dalam lingkungan rumah sendiri dan berdampak buruk bagi perkembangan anak? Semuanya tergantung pada teman ngerumpi, biang rumpi hanya mengingatkan saja. By the way, biang rumpi penasaran dengan sistem mendidik anak teman ngerumpi untuk mengajarkan anak tetap dijalur KEJUJURAN, walaupun pelik dan sulit. Bagaikana cara teman mengahar anak untuk jujur? Share dong!


Siapa yang tidak ingin memiliki keluarga yang berbahagia? Sulitkah menjadi keluarga yang berbahagia?



Salam Biang Rumpi




Jangan lupa berkunjung juga ke  kitabahagia Story citra, petunjukhidup, asiabutterflytraveler dan jejakcantik 
temukan artikel menarik lainnya




CONVERSATION

0 comments:

Post a comment

Hi Teman Rumpi, terima kasih sudah main ke blog chitchat, ada baiknya berbagi pendapat tanpa meninggalkan spam ya. Kita sama-sama saling menghargai rumah maya kita. Salam, thanks telah meninggalkan biang rumpi manis di sini. cheers @citrapandiangan